Ketahui 7 Efek Negatif pengguna Media Sosial

0 15

Bila Anda tidak bisa memikirkan hidup tanpa sosial media, kemungkinan sudah jadi korban kemampuan kuat yang dipunyai situs media sosial pada publik. Peluang Anda pernah juga alami efek-efek negatif sosial media pada beberapa orang.

Sayang, dampak buruk dari sosial media terlampau nyata untuk beberapa dari kita. Berikut kita simak efek negatif pengguna media sosialyang terjadi tiap hari pada beberapa orang di sekitar kita.

Bagaimana Media Sosial berdampak Jelek untuk Anda

Anda kemungkinan kaget jika mengerti dampak negatif dari sosial media memiliki sifat fisik dan mental. Mereka bisa mengganti pemahaman Anda mengenai dunia dan diri Anda sendiri. Walau sosial media memang mempunyai efek-efek positif, dan sudah pasti ada narasi sosial media yang positif, dia mempunyai beberapa hal di kolom kekurangannya.

Tidak yakin ini? Baca terus untuk daftar dampak negatif sosial media. Bila Anda mengenal satu dari mereka sebagai permasalahan dalam kehidupan Anda sendiri, kemungkinan telah saatnya untuk kurangi pemakaian Anda atau bahkan juga stop memakai sosial media sama sekalipun.

Stres dan Kekhawatiran

Pernahkah Anda habiskan beberapa waktu setiap hari untuk browsing lewat sosial media? Habiskan kelamaan di website media sosial bisa berpengaruh jelek pada situasi hati Anda. Kenyataannya, pemakai sosial kronis lebih cenderung memberitahukan kesehatan mental yang jelek, terhitung tanda-tanda kekhawatiran dan stres.

Tak perlu banyak berpikiran untuk cari tahu alasannya. Sosial media memungkinkannya Anda menyaksikan sisi terbaik dari kehidupan orang yang lain diputuskan dengan jeli, yang selanjutnya Anda bandingkan dengan beberapa hal negatif dalam kehidupan Anda sendiri. Memperbandingkan diri Anda sama orang lain ialah jalan pasti ke arah kekhawatiran dan ketakbahagiaan, dan sosial media sudah membuat ini lebih gampang dilaksanakan.

Jadi bagaimana Anda memakai sosial media tanpa mengakibatkan diri Anda tertekan secara psikologis? Bila Anda berpindah ke riset yang serupa (dan akal sehat), jumlah saat yang dianjurkan yang perlu Anda habiskan di media sosial ialah sekitaran 1/2 jam setiap hari. Seperti banyak penyakit prospektif yang lain dalam kehidupan, ini semuanya mengenai moderasi.

Bila Anda berasa kecewa selesai sesi sosial media, pikirkan jaringan yang Anda pakai dan beberapa orang yang Anda turuti. Anda memungkinkan berasa kuatir sesudah membaca argumen politik dan informasi hari kiamat dibanding sesudah menyaksikan penyempurnaan dari musisi idola Anda.

Penganiayaan cyber

Saat sebelum sosial media, bullying ialah suatu hal yang cuman kemungkinan dilaksanakan secara bertemu muka. Tetapi, saat ini orang bisa membentak seseorang secara online secara anonim atau mungkin tidak. Sekarang ini semuanya orang tahu apakah itu cyberbullying, dan mayoritas dari kita sudah menyaksikan apa yang bisa dilaksanakan pada seseorang.

Sementara sosial media mempermudah untuk berjumpa orang baru dan bersahabat, itu memungkinkannya orang yang kejam untuk mengoyak-oyak seseorang dengan sedikit usaha. Aktor bullying bisa memakai anonimitas yang disiapkan jaringan sosial untuk memperoleh keyakinan orang dan mengancam mereka di muka kawan-kawan mereka. Misalkan, mereka kemungkinan membuat profile palsu dan berlaku ramah ke rekan sekelasnya, selanjutnya mengkhianati dan mempermalukannya di media online.

Gempuran online ini kerap tinggalkan cedera mental yang dalam serta menggerakkan orang untuk mencederai diri kita atau ambil nyawa mereka sendiri, dalam beberapa kasus. Dan rupanya, cyberbullying bukan hanya memengaruhi anak-anak. Orang dewasa dapat menjadi korban penghinaan online. Karena monitor sembunyikan muka kita, Anda menjadi brengsek di sosial media dan website lain tanpa mengetahuinya.

FOMO (Takut Ketinggal)

Fear of Missing Out (FOMO) ialah sebuah peristiwa sebagai mencolok sekitaran saat yang sama dengan timbulnya sosial media. Tidaklah heran, ini adalah dampak negatif sosial media yang paling luas dalam masyarakat.

FOMO ialah seperti apakah terdengarannya: satu wujud kekhawatiran yang Anda peroleh saat Anda takut kehilangan pengalaman positif yang dipunyai seseorang. Misalkan, Anda kemungkinan terus-terusan mengecek pesan Anda untuk menyaksikan adakah orang yang mengundang Anda, atau konsentrasi pada umpan Instagram Anda selama seharian untuk pastikan tidak ada orang yang lakukan suatu hal yang keren tanpa Anda. Anda mungkin saja menyaksikan beberapa foto suatu hal yang membahagiakan yang bisa dilaksanakan rekan Anda, berasa ditinggal karena Anda tidak bisa pergi karena Anda mempunyai tanggung-jawab lain.

Ketakutan ini terima bahan bakar stabil atas sesuatu yang Anda saksikan di sosial media. Dengan bertambahnya pemakaian media sosial, ada peluang yang lebih bagus untuk Anda untuk menyaksikan jika seorang sedang bergembira dibanding Anda sekarang ini. Dan itu yang mengakibatkan FOMO.

Keinginan yang Tidak Realitas

Sama seperti yang kemungkinan diakui banyak orang, sosial media membuat keinginan hidup dan pertemanan yang tidak realitas dalam pemikiran kita.

Mayoritas situs sosial media benar-benar kekurangan orisinalitas online. Beberapa orang memakai Snapchat untuk share penjelajahan menarik mereka, mempublikasikan terkait betapa mereka menyukai orang terpenting mereka di Facebook, dan berisi halaman Instagram mereka dengan beberapa foto yang dipentaskan dengan ketat.

Tetapi pada realitanya, Anda tidak mempunyai langkah untuk ketahui apa ini semua gurauan. Walau kelihatan bagus di atas, orang itu bisa jadi berhutang banyak, terkait jelek dengan orang terpenting mereka, dan cuman membutuhkan suka Instagram sebagai wujud validasi.

Salah satunya jalan keluar simpel dari kerusuhan ini ialah supaya semuanya orang stop tidak jujur di sosial media. Tapi di zaman influencer Instagram dan YouTuber yang hasilkan juta-an dari yang tidak autentik, itu tidak bisa terjadi dalam kurun waktu dekat.

Ingat peribahasa penting: Anda jangan memandang kehidupan setiap hari Anda dengan sorotan seseorang.

Citra Badan Negatif

Bicara mengenai selebritis Instagram, bila Anda menyaksikan akun Instagram terkenal, Anda akan mendapati beberapa orang yang mengagumkan elok kenakan pakaian mahal di badan mereka yang berwujud sempurna.

Dan tidaklah heran siapa saja, citra badan saat ini jadi permasalahan untuk nyaris semuanya orang. Sudah pasti, menyaksikan demikian beberapa orang yang dipandang sempurna (menurut standard orang) tiap hari membuat Anda sadar begitu berbedanya Anda dengan beberapa foto itu. Dan tidak seluruhnya orang sampai pada kesimpulan yang sehat pada kondisi ini.

Penting untuk dikenang jika tiap orang ialah manusia. Tidak ada yang bangun tiap hari dengan performa seperti supermodel, dan sementara beberapa orang sudah usaha keras untuk latih badan mereka, itu tidak berlaku untuk semuanya orang yang kelihatan fit. Beberapa orang, dalam cari kepopuleran sosial media, tentu sudah ambil jalur yang kurang sehat untuk tampil makin menarik.

Kelilingi diri Anda dengan beberapa orang yang menyukai Anda apa yang ada, dan Anda tak perlu depresi mengenai kecantikan Instagram palsu.

Skema Tidur Tidak Sehat

Selainnya tingkatkan kejadian kekhawatiran dan stres, hal jelek yang lain mengenai sosial media ialah habiskan terlampau beberapa waktu karena itu bisa mengakibatkan kekurangan tidur. Beberapa riset memperlihatkan jika kenaikan pemakaian sosial media mempunyai dampak negatif pada kualitas tidur Anda.

Bila Anda berasa jadwal tidur Anda jadi tidak teratur, yang mengakibatkan pengurangan keproduktifan, coba untuk kurangi jumlah waktu Anda menelusuri sosial media.

Ini khususnya terjadi saat memakai handphone Anda pada tempat tidur pada malam hari. Terlampau gampang untuk menjelaskan dalam diri sendiri jika Anda akan habiskan lima menit untuk mengecek pemberitahuan Facebook Anda, cuman untuk mengetahui satu jam selanjutnya jika Anda sudah menggulir tanpa berpikiran lewat beberapa omong kosong di Twitter yang bahkan juga tidak Anda hiraukan.

Jangan dibiarkan algoritma sosial media, yang direncanakan untuk jaga perhatian Anda sepanjang kemungkinan, mengambil tidur Anda yang bernilai juga. Kekurangan tidur, digabungkan dengan kualitas tidur yang lebih rendah, ialah gabungan yang beresiko.

Ketagihan Umum

Sosial media bisa lebih membuat kecanduan dibanding rokok dan alkohol. Ini mempunyai undian yang kuat untuk beberapa orang yang membuat mereka mengeceknya setiap waktu bahkan juga tanpa memikirnya.

Bila Anda tidak percaya apa Anda ketagihan media sosial, coba ingat kapan akhir kali Anda pergi satu hari penuh tanpa mengecek akun sosial media apa saja. Apa Anda berasa tertolak bila seorang berhenti mengikuti Anda? Apabila media sosial idola Anda betul-betul lenyap esok, apa ketidakberadaan itu akan membuat Anda berasa hampa dan tertekan?

Pada akhirannya, situs sosial media ingin membuat Anda terus menggulir sepanjang kemungkinan hingga mereka bisa tampilkan banyak iklan dan hasilkan semakin banyak uang. Karena perhatian ekonomi, beberapa situs ini memerlukan perhatian Anda sepanjang mungkin.

Karena hanya Anda terlalu berlebih dalam pemakaian sosial media tak berarti Anda harus hapus semua akun media sosial Anda. Tetapi, bila menurut Anda stop ialah jalan keluar terbaik untuk Anda, itu bukan gagasan yang jelek. Saksikan tutorial kami untuk stop dari sosial media selama-lamanya bila Anda memerlukan bantuan.

Langkah Mengatasi Dampak Negatif Media Sosial

Seperti yang lain, ada faktor baik dan jelek dari sosial media. Kami sudah mengulas beberapa imbas negatif sosial media untuk beberapa orang, tapi Anda yang yang perlu putuskan akankah semakin banyak bantuan atau bahaya didalamnya untuk Anda secara individu.

Bila Anda mendapati jika sosial media mempunyai imbas negatif pada hidup Anda, berhenti sajalah memakainya. Tetapi, bila Anda memilih untuk masih tetap tinggal, ada langkah untuk habiskan semakin sedikit waktu di sosial media, dan dengan begitu jaga jalinan yang lebih sehat dengannya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.